Total Tayangan Halaman

Kamis, 22 November 2012

Artikel: Pentingnya Pendidikan Bagi Kehidupan Masyarakat

Pentingnya Pendidikan Bagi Kehidupan Masyarakat
Oleh: candra yudistira
Pada umumya, Pendidikan di Indonesia masih sangat minim. Faktanya terlihat jelas dibeberapa daerah terdapat sekolah-sekolah yang perlengkapannya kurang memadai untuk para Siswa. Bahkan ada beberapa bangunan Sekolah yang kurang layak untuk digunakan. Seperti halnya didaerah pelosok-pelosok yang daerahnya memang sulit terjangkau.
Di Indonesia kurang lebih 64 % buta aksara adalah perempuan. Di Sulawesi Barat (Sulbar) sekitar 7,6 % dari 1.000.000 buta aksara. Kemudian, jumlah anak putus sekolah SD setiap tahun rata-rata berjumlah 600.000 hingga 700.000 siswa. Sementara itu, jumlah mereka yang tidak menyelesaikan sekolahnya di SMP sekitar 150.000 sampai 200.000 orang. Sebagian anak yang putus Sekolah, mereka adalah pengamen-pengamen jalanan. Mereka terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal usia mereka masih dini. Hal itudipicu oleh faktor kemiskinan yang masih merajalela di Indonesia.
Mereka yang buta aksara sangat membutuhkan tenaga sukarelawan yang dapat mengajar dan membimbimg mereka belajar membaca dan menulis. Dan siswa-siswa yang putus Sekolah juga sangat membutuhkan uluran tangan dari para sukarelawan. Baik itu berupa tenaga, dana, atau pikiran. Uang sebesar Rp 10.000.000,00 sangatlah berarti untuk mereka yang sangat membutuhkan. Jika saya mampu, saya akan menyumbangkan uang itu untuk kepentingan pendidikan di Indonesia.
Untuk meningkatkan minat baca dikalangan masyarakat, perlu didirikannya perpustakaan keliling yang bisa menunjang proses belajar mengajar. Akan tetapi, umunya setelah perpustakaan itu telah lama berjalan, semakin lama minat baca masyarakat menjadi berkurang. Hal ini bisa diatasi dengan mengadakan Pentas Seni tiap tahunnya yang didalamnya mengandung pesan amanat tentang pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Selain Pentas Seni, buku-buku hasil dari sumbangan para sukarelawan juga sangat dibutuhkan. Dengan demikian, jumlah minat baca masyarakat akan meningkat.
Selain bentuk solidaritas dengan mendirikan perpustakaan keliling, Pentas Seni, serta sumbangan buku-buku, yang terpenting adalah adanya kesadaran dari Pemerintah, Guru, Siswa, Orang Tua, dan seluruh bagian dari masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi kehidupan masyarakat di Indonesia.
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar